Senin, 07 Oktober 2013

ungkapan hati

ketika hati telah tersaikiti.

hanya maaf yang bisa mengobati.

ketika kecewa telah merasuki jiwa.

hanya keihlasan yang dapat membangkitkan.


selama masih dalam balutan keindahan masih ada harapan untuk kita satukan.

ketika kesalah fahamandatang apa salahnya untuk kita luruskan.

bukalah sedikit pintu maafmu untuk sebuah maaf atas kesalahanku.

dan bukalah pintu hatimu untuk berbaur dengan perasaanku.

selama nampaknya masih ada masih ada harapan untuk kita maju dan berubah.

Rabu, 02 Oktober 2013

RISIKO OPERASIONAL PERUSAHAAN

Risiko adalah seluruh hal yang dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.
Sedangkan Risiko Operasional merupakan kerugian finansial yang disebabkan oleh kegagalan proses:
1. Internal Perusahhaan
2. Kesalahan dari SDM.
3. Kegagalan Sistem
4. Kerugian yang disebabkan kejadian dari luar perusahaan.
5. Kerugian karena pelanggaran peraturan dan hukum yang berlaku.
Proses Pemodelan dan pengukuran Risiko Operasional.
untuk mengukur Risiko Operasional menggunakan pendekatan standart dan internal.
Pendapatan standart mencakup :
1. Risiko dengan metode Basic Indicator Approuch (BIA)
2. Standarized Approach (SA)
3. Alternative Standartdized Approach (ASA)
Sedangkan pendekatanm internal akan di bahas dengan pendekatan Advanced measurement Approach (AMA)
Tujuan dari menghidentifikasi risiko adalah untuk mempengaruhi kerugian operasional dan karenanya juga mempengaruhi laba rugi perusahaan.
faktor internal dan eksternal dalam mengidentifikasi risiko operasional.
faktor internal :
1. kompleksitas struktur organisasi perusahaan.
2. Lingkup aktifitas bisnis perusahaan.
3. Kualitas SDM.
4. Perubahan Organisasi/Frekwensi perputaran atau pergantian pegawai.
faktor Eksternal :
1. Fluktuasi keadaan Ekonomi
2. Perubahan dalam industri dan kemajuan teknologi
3. Keadaan politik sosial.
4. Kemungkinan bencana alam.\
Tujuh tipe kejadian Kerugian Operasional.
1. Penyelewengan internal (Internal fround).
2. Penyelewengan Eksternal ( External fround).
3. Praktik kepegawaian dan keselamatan.
4. Klient, Produk, dan Praktik bisnis.
5. kerusakan terhadap aset fisik perusahaan.
6. Tanggung jawab bisnis dan kegagalan sitem.
7. manjemen proses, pelaksanaan, dan penyerahan produk dan jasa.
Teknik identifikasi Risiko operasional.
1. Risk Selfl Assesment (R$A).
Perusahaan melakukan penilaian sendiri terhadap aktifitas dan operasi perusahaan berdasarkan kejadian risiko. prosesnya dengan melakukan suatu daftar cheeklist berisi tentang butir-butir pertanyaan. evaluasi kuat dan lemahnya lingkungan risikio operasional tersebut.
2. Risk Mapping.
Merupakan suatu proses dimana berbagai unit usaha atau departement, fungsional organisasi, atau arus proses transaksi yang di-mapping berdasarkan tipe risiko.
3. key Risk Indicator atau data statistik keuangan yang dapat memberikan gambaran tentang posisi risiko operasional perusahaan teknik ini di tunjukkan dengan jumlah pembatalan penjualan. jumlah pegawai yang mangkir atau perputaran pegawai dalam frekwensi jumlah kesalahan termasuk nilai kesalahan dalam frekwensi.
4. Limit Threshold
menunjukan batas klerugian yang dapat di jadikan ukuran toleransi risiko yang dapat di terima.
5. score card
merupakan suatu alat untuk mengkonvensikan penilaian pengelolaan dan pengendalian berbagai aspek kerugian risiko operasinal yang bersifat kwalitatif menjadi perhitungan yang bersifat kwalitatif.